Minggu, 21 Desember 2014


ALASAN KITA MENGIDAM MAKANAN TERTENTU

Tubuh Anda adalah rumah bagi sekitar 100 triliun bakteri , yang secara kolektif dikenal sebagai mikrobioma. Apa saja dampak keberadaan mereka bagi kita? Studi terbaru dalam jurnal BioEssays mengungkapnya.
Menurut studi yang dilakukan oleh Carlo C. Maley , pakar biologi evolusi dari University of California , San Francisco , bakteri-bakteri di tubuh kita bisa turut memengaruhi perilaku kita , terutama dalam hal makan.
Kebiasaan makan kita menciptakan motif kuat bagi bakteri-bakteri di tubuh untuk memanipulasi kita , jelas Maley. Bagi para bakteri ini , apa yang kita makan adalah persoalan hidup dan mati.
Berbagai spesies bakteri yang berbeda bisa tumbuh dan berkembang berkat jenis makanan yang berbeda yang kita santap. Jika bakteri bisa membujuk kita menyantap lebih banyak makanan tempat mereka bergantung , mereka bisa berkembang biak. Karena itu , manipulasi bakteri ini bisa menjelaskan mengapa kita mengidam makanan tertentu.
Sebelumnya , para ilmuwan mencoba menjelaskan fenomena mengidam makanan sebagai cara tubuh untuk membangun pasokan nutrisi setelah kekurangan makanan tertentu. Namun , penjelasan ini kurang tepat.
Contohnya? Banyak orang mengidam cokelat , padahal cokelat bukan nutrisi penting. Cokelat juga tidak mendorong Anda meningkatkan jumlahnya untuk mendapatkan kepuasan. Mungkin , saran Maley , yang sebenarnya terjadi adalah beberapa jenis bakteri tertentu yang berkembang dari cokelat membujuk kita untuk menyantapnya.\
John F. Cryan , pakar ilmu saraf dari University College Cork di Irlandia yang tidak terlibat studi ini , menyarankan bahwa bakteri mungkin juga bisa memanipulasi kita dengan cara yang menguntungkan kita maupun mereka.
Hal serupa ditegaskan oleh Rob Knight , pakar mikrobiologi dari University of Colorado. Menurutnya , jika benar bakteri memanipulasi kita , maka kita juga bisa memanipulasi mereka. Misalnya , dengan menyantap yogurt yang mengandung bakteri yang akan membuat kita mengidam makanan sehat.

Sumber : Carlo C. Maley (pakar biologi evolusi dari University of California , San Francisco) , John F. Cryan (pakar ilmu saraf dari University of College Cork , Irlandia) , dan Rob Knight (pakar mikrobiologi dari University of Colorado)


10 Spesies Paling Top yang Baru Ditemukan Tahun 2014

Komite internasional dari ilmu taksonomi dan ahli terkait memilih 10 spesies paling top dari sekitar 18.000 spesies yang baru dinamakan sepanjang tahun lalu hingga daftar tersebut dirilis pada bulan Mei. 10 Spesies paling top ini akan diumumkan bertepatan dengan hari ulang tahun Carolus Linnaeus, ahli pertanian Swedia yang hidup pada abad ke 18. Ia merupakan ayah dari lahirnya taksonomi modern yang kini kita kenal.
Daftar tahunan ini pertama diterbitkan pada 2008 dan mengundang perhatian untuk penemuan spesies lainnya yang terancam punah sebelum dapat teridentifikasi. Top 10 spesies ini dirancang untuk menarik perhatian dari para pahlawan tanpa tanda jasa yang mengatasi krisis biodiversitas dengan melengkapi inventaris tanaman, hewan, dan mikroba yang terdapat di planet bumi. Setiap tahunnya, komunitas kecil yang berdedikasi di bidang taksonomi dan kurator sebetulnya mencoba meningkatkan pemahaman kita tentang diversitas dalam kehidupan dan berbagai cara menakjubkan pada spesies yang berusaha bertahan hidup.
Para anggota komite seleksi terkagum dengan dua spesies yaitu sejenis udang bernama Liropus minusculus dengan bentuk yang fantastis, dan sejenis tokek pengganggu seperti layaknya monster imajinasi yang sering muncul di TV. ”Monster yang cantik, aku akan mengatakan itu!” begitu menurut Valdecasas, pimpinan dari komite seleksi daftar 10 spesies ini.
Berikut 10 spesies paling top yang baru ditemukan pada 2014 ini.

1. Bassaricyon neblina
olinguitoKarnivora terbaru yang bersembunyi di Pohon Bassaricyon yang berlokasi di Ekuador. Bentuk olinguito ini seperti persilangan antara kucing hutan dan beruang bermata lebar. Hewan ini hidup secara tersembunyi di hutan pada pegunungan Andes yang terletak di perbatasan Kolombia dan Ekuador.
Hewan ini merupakan karnivora yang berasal dari family Procyonidae, dimana terdapat hewan rakun dalam family tersebut. Olinguito berukuran lebih kecil, kuat, dan biasanya memiliki berat sekitar 2 kilogram. Olinguito merupakan mamalia karnivora yang habitatnya kini terancam karena maraknya penebangan hutan.
Spoiler for SPESIES:

2. Dracaena kaweesakii
pohon naga kaweesak
Nama pohon ini seperti yang terdengar pada sosok di Game of Throne. Pohon Naga ini berdiri setinggi 12 meter, sulit dipercaya bahwa pohon ini tidak disadari sekian lama. Indah, lembut, daun berbentuk pedang dengan ujung berwarna putih, dan bunga berwarna krim dengan filamen orange yang cerah menjadi penanda dari tumbuhan yang luar biasa ini.
Pohon naga ini ditemukan pada pegunungan batu kapur di provinsi Loei dan Lop di Thailand, serta ditemukan di beberapa wilayah Burma. Pohon yang tergolong tanaman holtikultura ini hanya berjumlah sedikit, mungkin sekitar 2.500, dan fakta bahwa pohon ini tumbuh di batu kapur membuat spesies ini telah berada pada konservasi awal dengan status terancam punah.
Spoiler for POHON:


3. Edwardsiella andrillae
anemon andrill
Spesies dari anemon laut ini hidup dibawah glasier yang terdapat pada Bukit Es Ross di Antartika. Spesies ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang keberadaannya. Masih belum jelas bagaimana spesies ini bertahan pada kondisi yang keras di habitat tersebut. Hewan ini merupakan spesies yang paling pertama dari anemon laut yang dilaporkan hidup di es.
Anemon Andrill ditemukan saat Antartic Geological Drilling Program (ANDRILL) mengirim kendaraan yang dikendalikan jarak jauh yang beropasi pada lubang yang telah dibor pada bukti es. Penemuan ini mengungkap adanya makhluk kecil, dengan panjang kurang 2,5 sentimeter, dengan dengan sebagian besar tubuh kuncupnya membenamkan diri pada bukit es dan mereka memiliki sekitar dua lusin tentakel yang menggantung di bagian air yang dingin.
Spoiler for SPESIES:


4. Liropus minusculus
udang skeletonUdang kerdil ini merupakan udang berukuran terkecil untuk genusnya, dikenali dari spesimen yang awalnya dikumpulkan dari goa di pulau yang romantis, sunny Santa Catalina, di perairan pantai Bagian Selatan California. Bagian dari keluarga laut ini dikenal juga sebagai udang skeleton, ukurannya hanya beda tipis dengan colekan saus saat makan gorengan.
Genus dari udang skeleton ini pertama kali yang dilaporkan hidup pada perairan bagian timur laut Samudera Pasifik. Spesies terbaru ini terlihat menakutkan, berpenampilan transparan yang membuatnya menunjukkan struktur tulangnya. Ukuran tubuh udang jantan hanya berukuran 3,3 milimeter, sementara ukuran tubuh udang betina bahkan lebih kecil dengan ukuran 2,1 milimeter.
Spoiler for UDANG:


5. Penicillium vanoranjei
cendawan oranye
Memiliki ciri khas berwarna oranye cerah, nama cendawan ini sebenarnya merupakan tribut bagi keluarga kerajaan Belanda, terutama pada Royal Highness Prince of Orange. Cendawan ini disampaikan pertama kali pada jurnal yang terbit di Belanda. Penicillium oranye ini ditemukan terkurung pada tanah yang terdapat di Tunisia. Spesies ini juga menghasilkan matriks selular ekstra seperti kertas yang dapat berfungsi sebagai pelindung dari musim kemarau.
Spoiler for CENDAWAN:


6. Saltuarius eximius
tokek berekor daun
Tidak mudah untuk menangkap tokek ini, yang memiliki ekor sangat lebar yang berfungsi sebagai bagian pada kamuflase yang ia lakukan. Dengan tungkai yang lebih panjang, tubuh yang lebih ramping dan mata yang lebih besar dibanding spesies Saltuarius lainnya, hewan yang satu ini memiliki warna belang yang membuatnya dapat melebur dengan lingkungan sekitarnya.
Berhabitat pada wilayah bebatuan di hutan hujan, tokek ini mirip seperti burung hantu. Tokek ini ditemukan pada permukaan vertikal seperti batu dan pohon saat ia menunggu untuk memangsa. Survey pada habitat serupa disekitar area dimana spesies ini ditemukan ternyata tidak membuat para peneliti menemukan populasi tambahan, jadi sepertinya hewan ini adalah spesies langka. Tokek berekor daun tersebut ditemukan pada medan bebatuan yang tersembunyi pada hutan hujan di Area Melville di timur Australia.
Spoiler for TOKEK:


7. Spiculosiphon oceana
amoeboid protista
Organisme bersel satu yang hidup dengan tinggi 4-5 senti meter ini merupakan makhluk bersel tunggal terbesar yang ada di dunia saat ini. Organisme ini ditemukan pada Laut Mediterrania di tempat berkumpulnya spikula silika, yang sebenarnya adalah fragmen dari spons. Organisme ini menggunakan lingkungannya untuk menyusun cangkang.
Organisme ini lebih terlihat seperti spons karnivora yang memakan invertebrata lewat perangkap yang terdapat pada struktur silika tersebut. Spesies ini ditemukan di gua pada kedalaman 30 meter dibawah laut di perairan pantai tenggara dari Spanyol. Yang menarik, mereka berada pada gua yang sama dengan spons karnivora yang pertama kali ditemukan.
Spoiler for AMOEBA:


8. Tersicoccus phoenicis
mikroba ruang bersihTerdapat beberapa hal yang kita tidak inginkan untuk dikirimkan ke luar angkasa dan penemuan baru mikroba yang hidup di ruangan bersih ini merupakan salah satunya. Ditemukan pada ruang dimana pesawat luar angkasa dirakit, spesies mikroba ini dapat berpotensi mengkontaminasi planet lainnya lewat kunjungan pesawat luar angkasa.
Tersicoccus phoenicis secara independen dikumpulkan dari lantai pada dua ruangan bersih yang terpisah berjarak sekitar 2.500 mil, satu di Florida dan satu lagi di Guyana Prancis. Meski sterilisasi rutin mampu mengurangi mikroba yang ditemukan di ruangan bersih tersebut, beberapa spesies yang resisten dapat menoleransi cuaca kering ekstrim, rentang yang lebar pada kelembaban, temperatur, dan garam, serta paparan cahaya UV atau hidrogen peroksida.
Spoiler for MIKROBA:



9. Tinkerbella nana
tinkerbella nana
Berukuran kecil dengan sayap yang sangat halus pada tawon parasitoid family Mymaridae ini memiliki nama berupa Tinerkbella nana. Hewan ini berukuran hanya sekitar 250 mikro meter dan merupakan yang serangga terkecil pada family-nya. Hewan ini diperkirakan memiliki sekitar 1.400 spesies dengan family yang telah dikenal. Spesies baru ini dikumpulkan dengan menyusuri vegetasi pada hutan di Stasiun Biologi LaSelva di Kosta Rika. Meski induk dari hewan ini belum diketahui, diperkirakan durasi hidup dari hewan ini tidak lebih dari beberapa hari dan mereka menyerang telur dari serangga lainnya.
Spoiler for TINKERBELL:

10. Zospeum tholussum
siput bercangkang kubah
Hidup di area yang sangat gelap sekitar 900 meter lebih dari permukaan gua Lukina Jama-Trojama bagian selatan Kroasia, siput tanah ini tidak memiliki mata dan tidak memiliki pigmentasi kulit sehingga terlihat seperti hantu. Hanya terdapat satu spesimen hidup yang terkumpul pada sebuah gua besar di bebatuan dan pasir dengan aliran kecil air yang mengalir di dekatnya. Meski begitu, terdapat banyak cangkang yang juga ditemukan pada area tersebut.
Bahkan dibanding siput pada umumnya, Zospeum tholossum ini bergerak sangat lambat. Hanya beberapa milimeter atau sentimeter dalam tempo satu minggu. Siput yang hanya berukuran sekitar 2 milimeter ini diperkirakan dapat berpindah pada arus air atau menumpang pada hewan gua lainnya, seperti kelelawar atau jangkrik, untuk berpindah pada jarak yang lebih jauh.
Spoiler for SIPUT:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9_ONhxQwacCLfHq2BVweciWxOSZYxAlPlO-_LDqRmPG7CpVk17SOIKOXsKu1zr1zPfIiLMPMfDvHAwO_jW1l28kx44ujC7BE83F0mo7kd2QRksH8Fyc_cKSLTDxRazlyA1vlQgTA51d0/s1600/logo_unesa_new.pnghttp://www.kaskus.co.id/post/547ee9b2de2cf211108b4574#post547ee9b2de2cf211108b4574

MAKALAH
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9_ONhxQwacCLfHq2BVweciWxOSZYxAlPlO-_LDqRmPG7CpVk17SOIKOXsKu1zr1zPfIiLMPMfDvHAwO_jW1l28kx44ujC7BE83F0mo7kd2QRksH8Fyc_cKSLTDxRazlyA1vlQgTA51d0/s1600/logo_unesa_new.png
TEORI PRO DAN KONTRA TERHADAP
EVOLUSI


Disusun Oleh :
Fajrul Falah                  (14030204027)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
SURABAYA
2014

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kepada Allah SWT, karena limpahan taufik dan hidayah-Nya, penyusun dapat merampungkan penyususnan makalah yang berjudul “Teori Pro dan Kontra Terhadap Evolusi
Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan yang ada dalam makalah oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca semua demi sempurnanya makalah ini.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih pihak-pihak yang telah membantu penyusun sehingga makalah ini dapat terselesaikan dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun maupun pembaca semua.


Penulis


Fajrul Falah












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .....................................................................................................        i
DAFTAR ISI ...................................................................................................................        ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang .....................................................................................................        1
B.     Rumusan Masalah ................................................................................................        1
C.     Tujuan Penulisan .................................................................................................         1
D.    Manfaat Penulisan ................................................................................................        1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Evolusi ..............................................................................................        2
B.     Ilmuwan Yang Pro Terhadap Evolusi .................................................................        2
C.     Ilmuwan Yang Kontra Terhadap Evolusi ...........................................................        5
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ...........................................................................................................      8
B.     Saran .....................................................................................................................      8
DAFTARA PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Dimana telah kita ketahui bahwa zaman modern ini mahluk hidup khususnya manusia telah mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan alam. Akan tetapi pada tahap pembelajarannya manusia selalu mendapatkan maslah dan perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang ditelitinya.  dalam hal ini adalah meneliti asal usul kehidupan yang menjadi permasalahan dari sejak berabad-abad tahun yang lalu sampai sekarang. karena pada umumnya biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang alam dan mahluk hidup yang ada disekitarnya.
Kemudian jika berbicara tentang asal usul kehidupan tentu tidak akan lepas dari dinamika pro dan kontra teori-teori evolusi. Oleh karena itu, melalui makalah ini saya ingin menjelaskan dan menyampaikan beberapa pendapat para ahli mengenai asal usul kehidupan dan teori-teori evolusi itu sendiri.
B.      Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari evolusi?
2. Apa saja argument pro kontra yang ditimbulkan oleh teori evolusi?
C.   Tujuan Penulisan
Ada pun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Menjelaskan pengertian evolusi
2. Memaparkan pendapat pro kontra mengenai teori evolusi.
D.   Manfaat Penulisan
·      Dapat mengetahui pengertian dari evolusi;
·      Dapat mengetahui dan memahami berbagai macam teori evolusi;
·      Dapat mengetahui dan menjelaskan bukti-bukti evolusi;
·      Dapat mengetahui bagaimana mekanisme evolusi;
·      Dapat mengetahui apa itu spesiasi;
·      Dapat mengetahui bagaimana mekanisme spesiasi;
·      Mengetahui beberapa pendapat para ahli mengenai asal usul kehidupan dengan teori-teori yang sudah ada


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Evolusi
Evolusi adalah proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik.
Berbeda dengan revolusi, proses evolusi biasanya berlangsung lama. Dalam konteks penggunaan istilah, evolusi seringkali digunakan untuk menggambarkan perkembangan yang lambat.
Evolusi berasal dari bahasa latin evolvere "membuka lipatan," dari ex- "keluar" + volvere "menggulung" (1641) yang berarti "membuka lipatan, keluar, berkembang,". Evolusi pada tahun 1622, pada awalnya berarti "membuka gulungan buku"; namun istilah ini digunakan pertama kali dalam pengertian ilmiah modern pada tahun 1832 oleh seorang Geologis berkebangsaan Skotlandia bernama Charles Lyell. Charles Darwin kemudian menggunaka istilah ini satu kali dalam paragraf penutup bukunya yang berjudul "The Origin of Species" (Asal mula Spesies) pada tahun 1859. Istilah ini kemudia dipopulerkan oleh Herbert Spencer dan ahli biologi lainnya.
B.     Ilmuwan Yang Pro Terhadap Evolusi
1)      Plato (428-348 sebelum masehi)
Membayangkan pencipta yang menciptakan dunia dari kehancuran kemudian menciptakan para dewa yang akan membuat manusia berjenis kelamin laki-laki. Perempuan dan hewan muncul dari hasil reinkarnasi jiwa laki-laki, makin cacat jiwa tersebut, makin rendah reinkarnasinya.
2)      Aristoteles (384-322 sebelum masehi)
Filsuf Yunani, ± 350 tahun sebelum Masehi. Dia merupakan murid Plato yang menyusun seluruh organisme ke dalam suatu ”skala alami”. Skala tersebut meliputi tingkat sederhana hingga tingkat paling kompleks.



3)      Carolus Linnaeus (1707-1778)
Ahli botani dan fisika asal Swedia. Ia dikenal sebagai bapak taksonomi karena menemukan sistem penamaan dan klasifikasi makhluk hidup pada tahun 1753. Ia menunjukkan bahwa seluruh dunia kehidupan dapat diatur dalam hierarki yang apabila digambarkan dalam bentuk diagram, menyerupai silsilah. Setelah Linnaeus, para naturalis sering menanggap bahwa makhluk hidup saling ‘berkerabat’ namun mereka belum tahu apa penyebabnya. Secara ironis sistem klasifikasi yang ia buat menjadi petunjuk penting dalam argumen Charles Darwin tentang evolusi.
4)      Count de Buffon (1707-1788)
Dengan tegas menolak gagasan adanya ciptaan khusus. Variasi-variasi kecil yang terjadi karena pengaruh alam sekitar diwariskan hingga terjadi penimbunan variasi.
5)      Erasmus Darwin (1731-1802)
Kakek dari Charles Darwin. Ia merupakan seorang naturalis dan ahli fisika yang berpendapat bahwa kemungkinan kehidupan di bumi memiliki asal usul yang sama. Ia juga menyatakan bahwa fungsional terhadap stimulasi adalah diwariskan.
6)      Jean Baptiste de Lamarck (biologiwan Perancis, 1744-1824)
Teori ini disebut juga teori “use and disuse” artinya “use” adalah organ yang sering dipakai akan tumbuh sempurna sedangkan “disuse” adalah organ tubuh yang jarang dipakai akan menyusut. Idenya mengenai evolusi dituangkan dalam bukunya: “Philosophie zoologique”. Inti isi buku tersebut adalah:
·       Alam sekitar/lingkungan (environment) mempunyai pengaruh pada ciri-ciri/sifat-sifat yang diwariskan.
·       Organ yang digunakan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan akan berkembang, sedang yang tidak digunakan akan mengalami kemunduran.
·       Ciri-ciri/sifat-sifat yang didapat (acquired characters) akan diwariskan kepada keturunannya.
7)      Baron George Cuvier (geologiwan Inggris, 1797-1875)
Mengemukakan bahwa sejarah kehidupan tercatat di dalam lapisan-lapisan bumi yang mengandung fosil dengan ciri khasnya masing-masing.
Pada lapisan bumi yang tua (terdalam) terdapat jenis flora dan fauna yang berbeda dengan kehidupan modern. Pada tiap lapisan muncul spesies baru yang tidak muncul kembali pada lapisan yang lain. Cuvier beranggapan bahwa pergantian (suksesi) spesies dari suatu fauna disebabkan oleh serangkaian bencana besar (katastropfe) kemudian disusul dengan penciptaan spesies. Pandangan tersebut disebut katastrofisme.
8)      Charles Lyell
Prinsip uniformitarianisme yang dikemukakannya, yang menyatakan bahwa gunung, lembah dan ciri-ciri fisik permukaan bumi tidak diciptakan dengan bentuk seperti saat ini atau tidak terbentuk oleh bencana berturut-turut tetapi terbentuk oleh proses vulkanisme, pergolakan dan proses lainnya secara berkelanjutan dalam jangka waktu lama dan hingga saat ini masih berlangsung, sangat berarti bagi perkembangan pemikiran evolusi.
9)      Charles Robert Darwin
Darwin sudah lama berpikir tentang evolusi, ide bahwa semua species berhubungan satu sama lain dan mempunyai “common ancestor” (berasal dari satu garis keturunan) dan melalui mutasi species baru muncul. Namun dia masih penasaran tentang mekanisme bagaimana proses itu terjadi. Secara kebetulan, ia membaca tulisan-tulisan Thomas Malthus. Malthus berpendapat bahwa populasi manusia bertambah lebih cepat daripada produksi makanan, sehingga menyebabkan manusia bersaing satu sama lain untuk memperebutkan makanan dan menjadikan perbuatan amal sia-sia. Darwin menggunakan mekanisme ini untuk menjelaskan teorinya. Ia menulis: “Manusia cenderung untuk bertambah dalam tingkat yang lebih besar daripada caranya untuk bertahan”. Akibatnya, sesekali ia harus berjuang keras untuk bertahan, dan seleksi alam akan mempengaruhi apa yang terletak di dalam jangkauan ini.” (Descent of Man, Ps.21) Ia menghubungkan hal ini dengan temuan-temuannya mengenai spesies-spesies yang terkait dengan tempat-tempat, penelitiannya tentang pengembangbiakan binatang, dan gagasan tentang “hukum seleksi alam” (Natural Selection). Menjelang akhir 1838 ia membandingkan ciri-ciri seleksi para peternak dengan seleksi alam menurut teori Malthus dari varian-varian yang terjadi “secara kebetulan” sehingga “setiap bagian dari struktur yang baru diperoleh sepenuhnya dipraktikkan dan disempurnakan”, dan menganggap bahwa ini adalah “bagian yang paling indah dari teori saya” tentang bagaimana spesies-spesies itu bermula.

10)  Alfred Russel Wallace (1823-1913)
Alfred Russel Wallace adalah seoring naturalis Inggris yang hidup semasa dengan Darwin. Wallace secara terpisah juga memikirkan teori evolusi identik dengan Darwin. Darwin dan Wallace cukup lama berkorespondensi secara ilmiah. Wallace banyak mengirim spesies-spesies penemuan baru dari Asia ke Darwin untuk diteliti. Teori tentang evolusi, menurut Wallace sendiri, adalah hasil pemikiran yang datang secara spontan. Di lain pihak, teori evolusi Darwin adalah hasil pemikiran secara metodis selama bertahun-tahun. Ironisnya, Darwin menjadi sangat jauh terkenal daripada Wallace sendiri. Namun demikian, Wallace adalah salah satu pembela Darwin dan teorinya dimasa kontroversial setelah buku “The Origin of Species” diterbitkan.
11)  T. Dozhansky dan G.G. Simpson
T. Dozhansky adalah perintis genetika populasi sedangkan G.G. Simpson adalah ahli paleontologi vertebrata. Keduanya tergabung dalam pelopor pandangan sintetik NeoDarwin yang menyatakan bahwa seleksi alam bukan merupakan satu-satunya faktor yang terlibat dalam perubahan evolusioner.
12)  Ernst Mayer
Ia merupakan ahli sistematik dan pengetahuan alam lapangan. Ia juga tergabung dalam pelopor pandangan sintetik NeoDarwin.
Menurut Ernst Mayr (2001), Darwin mengajukan lima teori perihal evolusi:
·           Bahwa kehidupan tidak tetap sama sejak awal keberadaannya.
·           Kesamaan leluhur bagi semua makhluk hidup.
·           Evolusi bersifat gradual (berangsur-angsur).
·           Terjadi pertambahan jumlah spesies dan percabangan garis keturunan.
·           Seleksi alam merupakan mekanisme evolusi.



C.    Ilmuwan Yang Kontra Terhadap Evolusi
1.      Harun Yahya (Adnan oktar).
Alasan Harun Yahya adalah perang terhadap kepercayaan tentangadanya Tuhan pencipta alam semesta .Jika Darwin berkata bahwa makhluk hidup, termasukmanusia adalah hasil evolusi yang berasal dari makhluk bersel satu, dengan sendirinya ia menafikankepercayaan bahwa manusia sebenarnya adalah ciptaan Tuhan yang disempurnakan sendir ioleh-Nya, terbuat dari tanah yang lantas turun ke Bumi karena melakukan sebuah kesalahan. Itu secarakeyakinan agama.
Secara ilmiah, bukti tentang makhluk hidup bersel satu yang sedang berevolusi menjadi makhlukhidup lain yang lebih kompleks (seharusnya sampai saat ini pun makhluk itu harus terus berevolusi), tidak pernah ditemukan. Dalam buku “Runtuhnya TeoriEvolusi“, Harun Yahya mengupas habissegala kelemahan teori Darwin tersebut, beberapa teori juga di kemukakan:


a.    Seleksi alam dan mutasi adalah mekanisme evolusi yang keliru.
Seleksi alam akan  mengakibatkan kerugian-kerugian dalam mekannisme individu-individu yang lemah, seleksi alam dan mutasi tersebut tidak bisa menghasilkan spesies baru, informasi genetik baru yang menguntungkan, mutasi hanya akan berdampak negative yakni mengakibatkan kerusakan pada nukleotida atau mengubah structural dan fungsional kromosom pada DNA. Mutasi hanya akan merugikan makhluk hidup.
b.    Tidak ditemukan bentuk peralihan dalam makhluk hidup.
Harun yahya menyatakan bahwa Darwin juga kesulitan untuk menemukan bukti adanya peralihan pada mahkluk hidup yang ada sekarang, hal ini disebabkan karena jenis-jenis makhluk hidup memang tidak bisa berubah dan tidak terjadi perubahan bentuk dari satu bentuk makhluk hidup ke bentuk makhluk hidup yang lain, baik dari darat ke air, air ke darat, darat ke udara dan lain-lain. Contoh: tidak mungkin ikan berubah menjadi reptile, reptile menjadi burung dan lain sebagainya. Semua fosil yang ditemukan justru membuktikan bahwa kehidupan muncul di bumi secara tiba-tiba.Bukti kemustahilan adanya transisi makhluk hidup dai air ke darat adalah:
1.              Adanya perbedaan yang mencolok dalam hal beban tubuh antara hewan air dan darat , sehingga untuk mengubah tubuh pada perpindahannya dari air ke darat harus mengembangkan system otot dan kerangka baru.
2.              Kesenjangan dalam hal daya tahan makhluk hidup dalam merespon perubahan suhu yang ekstrim antara perairan dan daratan.
c.    Kekerabatan dan keanekaragaman makhluk hidup adalah fakta adanya penciptaan bukan akibat evolusi.
Menurut harunmakhluk hidup tidak saling berkerabat antara yang satu dengan yang lainnya, dan tidak diturunkan dari nenek moyang yang sama. Masing-masing adalah hasil dari penciptaan sendiri serta adanya variasi yang terbatas pada informasi yang ada. Variasi bisa muncul pada spesies dengan beragam cara, misalnya pada reptile tidak mungkin bias menjadi burung dengan menambahkan sayap, maupun mekanisme metabolismenya.
d.   Bukti paleontologi yang menggugurkan teori evolusi
peninggalan fosil tidak menunjukkan adanya bentuk transisi tetapi menunjukkan penciptaan tiap kelompok makhluk hidup secara terpisah, paleontologyi sebagai bukti lansung bahwa evolusi makhluk hidup telah dianggap sebagai bukti yang justru meruntuhkan teori evolusi. Penemuan fosil tidak mmenunjukkan adanya transisi, hal ini menunjukkan bahwa kehidupan di bumi muncul dalam bentuk lengkap, sebagaimana munculnya keberagaman spesies saat ledakan kambrium, lapisan kambrium adalah lapisan bumi tertua, tempat ditemukannya fosil-fosil makhluk hidup, seperti fosil trilobite, siput, cacing tanah, landak laut dan ubur-ubur.
Munculnya makhluk hidup secara tiba-tiba merupakan fakta penciptaan yang menunjukkan bahwa makhluk hidup diciptakan secara langsung tanpa melalui evolusi
e.    Fakta paleoantropologi : Manusia tidak semoyang dengan kera.
Manusia, kera dan mamalia yang lainnya adalah makhluk berbeda yang diciptakan secara terpisah. Contoh: ras manusia purba yang dikenal sebagai Piltdown yang ditemukan oleh Charles Dawsan tahun 1912 di inggris adalah manipulasi dua temuan fosil yang berbeda, manipulasi ini berupa perpaduan dua tengkorak manusia yang telah berumur 500 tahun dengan tulang rahang dari kera yang belum lama mati, hal ini diketahui oleh Kenneth Oakley pada tahun 1949 dengan melakukan pengujian “fluorin” untuk menentukan umur fosil, ternyata tulang rahang yang selama ini dianggap tulang rahang manusia Piltdown ternyata tulang kera.
f.     Kerumitan dan kesempurnaan makhluk hidup adalah bukti kreasionisme.
Kerumitan yang ditemukan pada tubuh makhluk hidup adalah hasil ciptaan Sang Pencipta, bukan suatu hal yang kebetulan, sebagai contoh: struktur DNA yang sangat rumit mampu mengendalikan dan menghasilkan system organ yang berbeda-beda dengan kode genetika yang beranekaragam. Mata Trilobita (hewan laut menyerupai kepiting yang hidup pada 600-250 juta tahun yang lalu) tersusun atas ribuan unit mata yang memiliki sistem mata ganda yang rumit. Menurut Daud Raup (ahli geologi) mata Trilobita memiliki desain optimal yang hanya bisa diciptakan oleh sang perancang sendiri, maka semua perancang sekalipun tak akan bisa menandingi rancangan Allah SWT.












BAB III
PENUTUP

1.    Kesimpulan
Dalam asal usul kehidupan terdapt beberapa teori yang mendukung diantaranya: Plato (428-348 sebelum masehi) Aristoteles, Carolus Linnaeus, Count de Buffon ,Erasmus Darwin, Jean Baptiste de Lamarck, Baron George Cuvier, Charles Lyell, Charles Robert, Darwin Alfred Russel Wallace, T. Dozhansky dan G.G. Simpson, Ernst Mayer  Charles Darwin adalah seorang pencetus teori evolusi yang hingga saat ini teorinya masih digunakan. Dalam bukunya ia menuliskan pokok-pokok evolusi yaitu:
a. Makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
b. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.
2.    Saran
Melalui makalah ini Penulis mengharapkan bagi para pembaca untuk bisa mengembangkan maksud dari evolusi itu dan juga ikut berperan dalam menggali evolusi di muka bumi ini yang mana kita tahu bahwa evolusi adalah suatu hal yang belum jelas dan dapat di buktikan secara langsung. Oleh karena itu teori – teori tentang evolusi janganlah dijdikan sebuah momen untuk berperang pemikiran karena akan menimbulkan perpecahan.















DAFTAR PUSTAKA

Boy,Rahardjo.1995.Evolusi.Yogyakarta:Universitas Atmaja.
Dahler,Franz dan Julius Candra.1995.Asal dan Tujuan Manusia (Teori Evolusi yang
Menggemparkan Dunia).Yogyakarta: Kanisius.
Yahya,Harun.2001.Keruntuhan Teori Evolusi, terj: Catur Sriherwanto dkk.Bandung: Dzikra.