MAKALAH
Disusun Oleh :
Fajrul Falah (14030204027)
UNIVERSITAS
NEGERI SURABAYA
SURABAYA
2014
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kepada Allah
SWT, karena limpahan taufik dan hidayah-Nya, penyusun dapat merampungkan
penyususnan makalah yang berjudul “Teori Pro dan Kontra
Terhadap Evolusi”
Penyusun menyadari masih banyak
kekurangan dan kesalahan yang ada dalam makalah oleh karena itu kami sangat
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca semua demi sempurnanya makalah ini.
Penyusun
juga mengucapkan terima kasih pihak-pihak yang telah membantu penyusun sehingga
makalah ini dapat terselesaikan dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
penyusun maupun pembaca semua.
Penulis
Fajrul Falah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
.....................................................................................................
i
DAFTAR ISI ...................................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
.....................................................................................................
1
B. Rumusan Masalah
................................................................................................
1
C.
Tujuan Penulisan ................................................................................................. 1
D. Manfaat
Penulisan ................................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Evolusi
..............................................................................................
2
B.
Ilmuwan Yang Pro Terhadap Evolusi
.................................................................
2
C.
Ilmuwan Yang Kontra Terhadap Evolusi
...........................................................
5
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan
...........................................................................................................
8
B. Saran
.....................................................................................................................
8
DAFTARA PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dimana telah kita ketahui bahwa zaman modern ini mahluk
hidup khususnya manusia telah mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan alam.
Akan tetapi pada tahap pembelajarannya manusia selalu mendapatkan maslah dan perbedaan
pendapat mengenai sesuatu yang ditelitinya. dalam hal ini adalah
meneliti asal usul kehidupan yang menjadi
permasalahan dari sejak berabad-abad tahun yang lalu sampai sekarang. karena
pada umumnya biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang alam dan mahluk hidup
yang ada disekitarnya.
Kemudian
jika berbicara tentang asal usul kehidupan tentu tidak akan lepas dari dinamika
pro dan kontra teori-teori evolusi. Oleh karena itu, melalui makalah ini saya ingin menjelaskan dan menyampaikan beberapa pendapat
para ahli mengenai asal usul kehidupan dan teori-teori evolusi itu sendiri.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari evolusi?
2.
Apa saja argument pro kontra yang ditimbulkan oleh teori evolusi?
C. Tujuan Penulisan
Ada pun tujuan dari penulisan makalah
ini adalah:
1. Menjelaskan pengertian evolusi
2. Memaparkan pendapat pro kontra mengenai teori
evolusi.
D.
Manfaat Penulisan
· Dapat
mengetahui pengertian dari evolusi;
· Dapat
mengetahui dan memahami berbagai macam teori evolusi;
·
Dapat mengetahui dan menjelaskan
bukti-bukti evolusi;
·
Dapat mengetahui bagaimana mekanisme
evolusi;
·
Dapat mengetahui apa itu spesiasi;
·
Dapat mengetahui bagaimana mekanisme
spesiasi;
·
Mengetahui beberapa pendapat para ahli mengenai asal usul kehidupan
dengan teori-teori yang sudah ada
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Evolusi
Evolusi adalah proses perubahan secara
berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang
biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang
lebih baik.
Berbeda dengan revolusi, proses evolusi biasanya berlangsung
lama. Dalam konteks penggunaan istilah, evolusi seringkali digunakan untuk
menggambarkan perkembangan yang lambat.
Evolusi berasal dari bahasa latin evolvere "membuka
lipatan," dari ex- "keluar" + volvere
"menggulung" (1641) yang berarti "membuka lipatan, keluar,
berkembang,". Evolusi pada tahun 1622, pada awalnya berarti "membuka
gulungan buku"; namun istilah ini digunakan pertama kali dalam pengertian
ilmiah modern pada tahun 1832 oleh seorang Geologis berkebangsaan Skotlandia bernama Charles Lyell. Charles Darwin kemudian menggunaka istilah ini satu
kali dalam paragraf penutup bukunya yang berjudul "The Origin of
Species" (Asal mula Spesies) pada tahun 1859. Istilah ini kemudia
dipopulerkan oleh Herbert Spencer dan ahli biologi lainnya.
B. Ilmuwan Yang Pro Terhadap Evolusi
1) Plato (428-348 sebelum
masehi)
Membayangkan pencipta yang
menciptakan dunia dari kehancuran kemudian menciptakan para dewa yang akan
membuat manusia berjenis kelamin laki-laki. Perempuan dan hewan muncul dari
hasil reinkarnasi jiwa laki-laki, makin cacat jiwa tersebut, makin rendah
reinkarnasinya.
2) Aristoteles (384-322
sebelum masehi)
Filsuf Yunani, ±
350 tahun sebelum Masehi. Dia merupakan murid Plato yang menyusun seluruh
organisme ke dalam suatu ”skala alami”. Skala tersebut meliputi tingkat
sederhana hingga tingkat paling kompleks.
3) Carolus
Linnaeus (1707-1778)
Ahli botani dan
fisika asal Swedia. Ia dikenal sebagai bapak taksonomi karena menemukan sistem
penamaan dan klasifikasi makhluk hidup pada tahun 1753. Ia menunjukkan bahwa
seluruh dunia kehidupan dapat diatur dalam hierarki yang apabila digambarkan
dalam bentuk diagram, menyerupai silsilah. Setelah Linnaeus, para naturalis
sering menanggap bahwa makhluk hidup saling ‘berkerabat’ namun mereka belum
tahu apa penyebabnya. Secara ironis sistem klasifikasi yang ia buat menjadi
petunjuk penting dalam argumen Charles Darwin tentang evolusi.
4)
Count de Buffon (1707-1788)
Dengan tegas menolak
gagasan adanya ciptaan khusus. Variasi-variasi kecil yang terjadi karena
pengaruh alam sekitar diwariskan hingga terjadi penimbunan variasi.
5)
Erasmus Darwin (1731-1802)
Kakek dari Charles
Darwin. Ia merupakan seorang naturalis dan ahli fisika yang berpendapat bahwa
kemungkinan kehidupan di bumi memiliki asal usul yang sama. Ia juga menyatakan
bahwa fungsional terhadap stimulasi adalah diwariskan.
6) Jean Baptiste de Lamarck (biologiwan
Perancis, 1744-1824)
Teori ini disebut juga teori “use
and disuse” artinya “use” adalah organ yang sering dipakai akan tumbuh sempurna
sedangkan “disuse” adalah organ tubuh yang jarang dipakai akan menyusut. Idenya
mengenai evolusi dituangkan dalam bukunya: “Philosophie zoologique”. Inti isi
buku tersebut adalah:
·
Alam
sekitar/lingkungan (environment) mempunyai pengaruh pada ciri-ciri/sifat-sifat
yang diwariskan.
·
Organ
yang digunakan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan akan berkembang,
sedang yang tidak digunakan akan mengalami kemunduran.
·
Ciri-ciri/sifat-sifat
yang didapat (acquired characters) akan diwariskan kepada keturunannya.
7)
Baron George Cuvier (geologiwan Inggris,
1797-1875)
Mengemukakan bahwa
sejarah kehidupan tercatat di dalam lapisan-lapisan bumi yang mengandung fosil
dengan ciri khasnya masing-masing.
Pada lapisan bumi
yang tua (terdalam) terdapat jenis flora dan fauna yang berbeda dengan
kehidupan modern. Pada tiap lapisan muncul spesies baru yang tidak muncul
kembali pada lapisan yang lain. Cuvier beranggapan bahwa pergantian (suksesi)
spesies dari suatu fauna disebabkan oleh serangkaian bencana besar
(katastropfe) kemudian disusul dengan penciptaan spesies. Pandangan tersebut
disebut katastrofisme.
8)
Charles Lyell
Prinsip
uniformitarianisme yang dikemukakannya, yang menyatakan bahwa gunung, lembah
dan ciri-ciri fisik permukaan bumi tidak diciptakan dengan bentuk seperti saat
ini atau tidak terbentuk oleh bencana berturut-turut tetapi terbentuk oleh
proses vulkanisme, pergolakan dan proses lainnya secara berkelanjutan dalam
jangka waktu lama dan hingga saat ini masih berlangsung, sangat berarti bagi
perkembangan pemikiran evolusi.
9)
Charles Robert Darwin
Darwin sudah lama
berpikir tentang evolusi, ide bahwa semua species berhubungan satu sama lain
dan mempunyai “common ancestor” (berasal dari satu garis keturunan) dan melalui
mutasi species baru muncul. Namun dia masih penasaran tentang mekanisme
bagaimana proses itu terjadi. Secara kebetulan, ia membaca tulisan-tulisan Thomas Malthus. Malthus berpendapat bahwa
populasi manusia bertambah lebih cepat daripada produksi makanan, sehingga
menyebabkan manusia bersaing satu sama lain untuk memperebutkan makanan dan
menjadikan perbuatan amal sia-sia. Darwin menggunakan mekanisme ini untuk
menjelaskan teorinya. Ia menulis: “Manusia cenderung untuk bertambah dalam
tingkat yang lebih besar daripada caranya untuk bertahan”. Akibatnya, sesekali
ia harus berjuang keras untuk bertahan, dan seleksi alam akan mempengaruhi apa
yang terletak di dalam jangkauan ini.” (Descent of Man, Ps.21) Ia menghubungkan hal ini dengan
temuan-temuannya mengenai spesies-spesies yang terkait dengan tempat-tempat,
penelitiannya tentang pengembangbiakan binatang, dan gagasan tentang “hukum
seleksi alam” (Natural Selection). Menjelang akhir 1838 ia
membandingkan ciri-ciri seleksi para peternak dengan seleksi alam menurut teori
Malthus dari varian-varian yang terjadi “secara kebetulan” sehingga “setiap
bagian dari struktur yang baru diperoleh sepenuhnya dipraktikkan dan
disempurnakan”, dan menganggap bahwa ini adalah “bagian yang paling indah dari
teori saya” tentang bagaimana spesies-spesies itu bermula.
10)
Alfred Russel Wallace (1823-1913)
Alfred
Russel Wallace adalah seoring naturalis Inggris yang hidup semasa
dengan Darwin. Wallace secara terpisah juga memikirkan teori evolusi identik
dengan Darwin. Darwin dan Wallace cukup lama berkorespondensi secara ilmiah.
Wallace banyak mengirim spesies-spesies penemuan baru dari Asia ke Darwin untuk diteliti. Teori tentang
evolusi, menurut Wallace sendiri, adalah hasil pemikiran yang datang secara
spontan. Di lain pihak, teori evolusi Darwin adalah hasil pemikiran secara
metodis selama bertahun-tahun. Ironisnya, Darwin menjadi sangat jauh terkenal
daripada Wallace sendiri. Namun demikian, Wallace adalah salah satu pembela
Darwin dan teorinya dimasa kontroversial setelah buku “The
Origin of Species” diterbitkan.
11) T. Dozhansky dan G.G. Simpson
T. Dozhansky adalah perintis
genetika populasi sedangkan G.G. Simpson adalah ahli paleontologi vertebrata.
Keduanya tergabung dalam pelopor pandangan sintetik NeoDarwin yang menyatakan
bahwa seleksi alam bukan merupakan satu-satunya faktor yang terlibat dalam
perubahan evolusioner.
12) Ernst Mayer
Ia merupakan ahli sistematik dan
pengetahuan alam lapangan. Ia juga tergabung dalam pelopor pandangan sintetik
NeoDarwin.
·
Bahwa
kehidupan tidak tetap sama sejak awal keberadaannya.
·
Kesamaan
leluhur bagi semua makhluk hidup.
·
Evolusi
bersifat gradual (berangsur-angsur).
·
Terjadi
pertambahan jumlah spesies dan percabangan garis keturunan.
·
Seleksi
alam merupakan mekanisme evolusi.
C. Ilmuwan Yang Kontra Terhadap
Evolusi
1.
Harun Yahya (Adnan oktar).
Alasan
Harun Yahya adalah perang terhadap kepercayaan tentangadanya Tuhan pencipta
alam semesta .Jika Darwin berkata bahwa makhluk hidup, termasukmanusia adalah
hasil evolusi yang berasal dari makhluk bersel satu, dengan sendirinya ia
menafikankepercayaan bahwa manusia sebenarnya adalah ciptaan Tuhan yang
disempurnakan sendir ioleh-Nya, terbuat dari tanah yang lantas turun ke Bumi
karena melakukan sebuah kesalahan. Itu secarakeyakinan agama.
Secara
ilmiah, bukti tentang makhluk hidup bersel satu yang sedang berevolusi menjadi
makhlukhidup lain yang lebih kompleks (seharusnya sampai saat ini pun makhluk
itu harus terus berevolusi), tidak pernah ditemukan. Dalam buku “Runtuhnya
TeoriEvolusi“, Harun Yahya mengupas habissegala kelemahan teori Darwin tersebut,
beberapa teori juga di kemukakan:
a. Seleksi
alam dan mutasi adalah mekanisme evolusi yang keliru.
Seleksi alam akan
mengakibatkan kerugian-kerugian dalam mekannisme individu-individu yang
lemah, seleksi alam dan mutasi tersebut tidak bisa menghasilkan spesies baru,
informasi genetik baru yang menguntungkan, mutasi hanya akan berdampak negative
yakni mengakibatkan kerusakan pada nukleotida atau mengubah structural dan
fungsional kromosom pada DNA. Mutasi hanya akan merugikan makhluk hidup.
b. Tidak
ditemukan bentuk peralihan dalam makhluk hidup.
Harun yahya menyatakan bahwa Darwin juga kesulitan
untuk menemukan bukti adanya peralihan pada mahkluk hidup yang ada sekarang,
hal ini disebabkan karena jenis-jenis makhluk hidup memang tidak bisa berubah
dan tidak terjadi perubahan bentuk dari satu bentuk makhluk hidup ke bentuk
makhluk hidup yang lain, baik dari darat ke air, air ke darat, darat ke udara
dan lain-lain. Contoh: tidak mungkin ikan berubah menjadi reptile, reptile
menjadi burung dan lain sebagainya. Semua fosil yang ditemukan justru
membuktikan bahwa kehidupan muncul di bumi secara tiba-tiba.Bukti kemustahilan
adanya transisi makhluk hidup dai air ke darat adalah:
1.
Adanya perbedaan yang mencolok dalam hal
beban tubuh antara hewan air dan darat , sehingga untuk mengubah tubuh pada
perpindahannya dari air ke darat harus mengembangkan system otot dan kerangka
baru.
2.
Kesenjangan dalam hal daya tahan makhluk
hidup dalam merespon perubahan suhu yang ekstrim antara perairan dan daratan.
c. Kekerabatan
dan keanekaragaman makhluk hidup adalah fakta adanya penciptaan bukan akibat
evolusi.
Menurut harunmakhluk hidup tidak saling berkerabat
antara yang satu dengan yang lainnya, dan tidak diturunkan dari nenek moyang
yang sama. Masing-masing adalah hasil dari penciptaan sendiri serta adanya
variasi yang terbatas pada informasi yang ada. Variasi bisa muncul pada spesies
dengan beragam cara, misalnya pada reptile tidak mungkin bias menjadi burung
dengan menambahkan sayap, maupun mekanisme metabolismenya.
d. Bukti
paleontologi yang menggugurkan teori evolusi
peninggalan fosil tidak menunjukkan adanya bentuk
transisi tetapi menunjukkan penciptaan tiap kelompok makhluk hidup secara
terpisah, paleontologyi sebagai bukti lansung bahwa evolusi makhluk hidup telah
dianggap sebagai bukti yang justru meruntuhkan teori evolusi. Penemuan fosil
tidak mmenunjukkan adanya transisi, hal ini menunjukkan bahwa kehidupan di bumi
muncul dalam bentuk lengkap, sebagaimana munculnya keberagaman spesies saat
ledakan kambrium, lapisan kambrium adalah lapisan bumi tertua, tempat
ditemukannya fosil-fosil makhluk hidup, seperti fosil trilobite, siput, cacing
tanah, landak laut dan ubur-ubur.
Munculnya makhluk hidup secara tiba-tiba merupakan
fakta penciptaan yang menunjukkan bahwa makhluk hidup diciptakan secara
langsung tanpa melalui evolusi
e. Fakta
paleoantropologi : Manusia tidak semoyang dengan kera.
Manusia, kera dan mamalia yang lainnya adalah
makhluk berbeda yang diciptakan secara terpisah. Contoh: ras manusia purba yang
dikenal sebagai Piltdown yang ditemukan oleh Charles Dawsan tahun 1912 di
inggris adalah manipulasi dua temuan fosil yang berbeda, manipulasi ini berupa
perpaduan dua tengkorak manusia yang telah berumur 500 tahun dengan tulang
rahang dari kera yang belum lama mati, hal ini diketahui oleh Kenneth Oakley
pada tahun 1949 dengan melakukan pengujian “fluorin” untuk menentukan umur
fosil, ternyata tulang rahang yang selama ini dianggap tulang rahang manusia
Piltdown ternyata tulang kera.
f. Kerumitan
dan kesempurnaan makhluk hidup adalah bukti kreasionisme.
Kerumitan yang ditemukan pada tubuh makhluk hidup
adalah hasil ciptaan Sang Pencipta, bukan suatu hal yang kebetulan, sebagai
contoh: struktur DNA yang sangat rumit mampu mengendalikan dan menghasilkan
system organ yang berbeda-beda dengan kode genetika yang beranekaragam. Mata
Trilobita (hewan laut menyerupai kepiting yang hidup pada 600-250 juta tahun
yang lalu) tersusun atas ribuan unit mata yang memiliki sistem mata ganda yang
rumit. Menurut Daud Raup (ahli geologi) mata Trilobita memiliki desain optimal
yang hanya bisa diciptakan oleh sang perancang sendiri, maka semua perancang
sekalipun tak akan bisa menandingi rancangan Allah SWT.
BAB
III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dalam
asal usul kehidupan terdapt beberapa teori yang mendukung diantaranya: Plato
(428-348 sebelum masehi) Aristoteles, Carolus Linnaeus, Count de Buffon ,Erasmus
Darwin, Jean Baptiste de Lamarck, Baron George Cuvier, Charles Lyell, Charles
Robert, Darwin Alfred Russel Wallace, T. Dozhansky dan G.G. Simpson, Ernst
Mayer Charles Darwin adalah seorang
pencetus teori evolusi yang hingga saat ini teorinya masih digunakan. Dalam
bukunya ia menuliskan pokok-pokok evolusi yaitu:
a. Makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari
makhluk hidup sebelumnya.
b. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.
2. Saran
Melalui makalah ini Penulis mengharapkan bagi para
pembaca untuk bisa mengembangkan maksud dari evolusi itu dan juga ikut berperan
dalam menggali evolusi di muka bumi ini yang mana kita tahu bahwa evolusi
adalah suatu hal yang belum jelas dan dapat di buktikan secara langsung. Oleh
karena itu teori – teori tentang evolusi janganlah dijdikan sebuah momen untuk
berperang pemikiran karena akan menimbulkan perpecahan.
DAFTAR PUSTAKA
Boy,Rahardjo.1995.Evolusi.Yogyakarta:Universitas Atmaja.
Dahler,Franz dan Julius Candra.1995.Asal dan Tujuan Manusia (Teori Evolusi yang
Menggemparkan
Dunia).Yogyakarta: Kanisius.
Yahya,Harun.2001.Keruntuhan Teori Evolusi, terj: Catur Sriherwanto dkk.Bandung:
Dzikra.








apakah hanya Harun Yahya saja yang kontra dengan teori evolusi kak??
BalasHapustlong di jawa yaa kak :D
Tokoh yang kontra terhadap teori evolusi itu kurang, tolong ditambahin ya, tetapi yang lain sudah baik koq, good job :)
BalasHapusBagus sih tapi itu tentang apa yah ?
BalasHapussipp mantapp!!!
BalasHapusAda teori creation juga, ditambahin yaa.
BalasHapusLebih dilengkapi lagi ya teman, dan makasi infonya
BalasHapus