ALASAN KITA MENGIDAM MAKANAN TERTENTU
Tubuh
Anda adalah rumah bagi sekitar 100 triliun bakteri , yang secara kolektif
dikenal sebagai mikrobioma. Apa saja dampak keberadaan mereka bagi kita? Studi
terbaru dalam jurnal BioEssays mengungkapnya.
Menurut
studi yang dilakukan oleh Carlo C. Maley , pakar biologi evolusi dari
University of California , San Francisco , bakteri-bakteri di tubuh kita bisa
turut memengaruhi perilaku kita , terutama dalam hal makan.
Kebiasaan
makan kita menciptakan motif kuat bagi bakteri-bakteri di tubuh untuk
memanipulasi kita , jelas Maley. Bagi para bakteri ini , apa yang kita makan
adalah persoalan hidup dan mati.
Berbagai
spesies bakteri yang berbeda bisa tumbuh dan berkembang berkat jenis makanan
yang berbeda yang kita santap. Jika bakteri bisa membujuk kita menyantap lebih
banyak makanan tempat mereka bergantung , mereka bisa berkembang biak. Karena
itu , manipulasi bakteri ini bisa menjelaskan mengapa kita mengidam makanan
tertentu.
Sebelumnya
, para ilmuwan mencoba menjelaskan fenomena mengidam makanan sebagai cara tubuh
untuk membangun pasokan nutrisi setelah kekurangan makanan tertentu. Namun ,
penjelasan ini kurang tepat.
Contohnya?
Banyak orang mengidam cokelat , padahal cokelat bukan nutrisi penting. Cokelat
juga tidak mendorong Anda meningkatkan jumlahnya untuk mendapatkan kepuasan.
Mungkin , saran Maley , yang sebenarnya terjadi adalah beberapa jenis bakteri
tertentu yang berkembang dari cokelat membujuk kita untuk menyantapnya.\
John
F. Cryan , pakar ilmu saraf dari University College Cork di Irlandia yang tidak
terlibat studi ini , menyarankan bahwa bakteri mungkin juga bisa memanipulasi
kita dengan cara yang menguntungkan kita maupun mereka.
Hal
serupa ditegaskan oleh Rob Knight , pakar mikrobiologi dari University of
Colorado. Menurutnya , jika benar bakteri memanipulasi kita , maka kita juga
bisa memanipulasi mereka. Misalnya , dengan menyantap yogurt yang mengandung
bakteri yang akan membuat kita mengidam makanan sehat.
Sumber
: Carlo C. Maley (pakar biologi evolusi dari University of California , San
Francisco) , John F. Cryan (pakar ilmu saraf dari University of College Cork ,
Irlandia) , dan Rob Knight (pakar mikrobiologi dari University of Colorado)







Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmakasih sob infonya.... . Semoga bermanfaat...
BalasHapussangat membantu...thanks
BalasHapusapakah kasus ngidam pada ibu hamil sama dengan kasus postingan anda? terima kasih :)
BalasHapusBermanfaat sekali pengetahuannya :)
BalasHapuskeren sob :D
BalasHapusgood
BalasHapussangat bermanfaat, lanjutkan .
BalasHapustrimakasi infonya
BalasHapus